Macam-Macam Kecerdasan





Kecerdasan yang dimiliki manusia mencakup beberapa hal. Masing-masing pribadi manusia memiliki kecerdasan diantaranya ini. Berikut beberapa kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu :

1. Kecerdasan Verbal Linguistik
Jenis kecerdasan ini berhubungan dengan membaca, menulis, dan bahasa termasuk menulis puisi, sajak dan bercerita. Kecerdasan ini juga disebut kecerdasan kata-kata.

2. Kecerdasan Numerik
Kecerdasan ini ditemukan kepada orang-orang yang suka bermain dengan angka-angka. Mereka sangat suka sekali dengan data-data statistik. Mereka juga mudah memecahkan persoalan matematika dan mereka juga biasanya pemikir yang rasional dan tenang.

3. Kecerdasan Ruang/Visual
Kalau dengan mencoret-coret anda lebih bisa mendengarkan pelajaran dikelas. Atau jika anda selalu melihat benda yang ingin di foto. Kecerdasan ini terbiasa melihat pola, desain dan ruang. Ini ditemukan pada banyak seniman , arsitek yang bisa memvisualkan objek 2/3 dimensi menjadi nyata.

4. Kecerdasan musikal
Apakah anda seorang yang menikmati atau bahkan menciptakan suatu harmoni suara? maka anda termasuk ke dalam orang yang cerdas secara musikal. Kecerdasan ini berhubungan dengan suara, ritme dan irama.

5. Kecerdasan Fisik
Jika anda sangat suka dengan olahraga dan dikamar anda banyak banyak terletak peralatan olahraga, berarti anda cerdas secara fisik. Orang yang mempunyai kecerdasan ini biasanya dengan sadar dapat menggunakan gerak tubuhnya dengan baik.

6. Kecerdasan Interpersonal
kecerdasan inilah yang dimiliki anak-anak gaul dalam arti sebenarnya. Jika Anda mudah membina persahabatan debfab orang-orang, atau mudah untuk mengetahui apa yang dipikirkan temanmu. Kecerdasan ini mengacu pada cara seseorang bergaul dengan orang lain.

7. Kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan mengenai diri sendiri atau sadar diri. Ini juga disebut kecerdasan emosional. Karena berhubungan dengan cara anda menangani emosi. Jika anda terkena situasi sulit, anda dapat dengan mudah untuk mengontrolnya, Jika anda sabar dengan segala kekurangan, jika anda berpikir sebelum menjawab maka anda termasuk orang yang mempunyai kemampuan kecerdasan ini.

8. Kecerdasan natural
kecerdasan ini mendefinisikan kepekaan seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Kalau anda menikmati berada di alam terbuka setiap akhir pekan atau terlibat terhadap suatu kelompok yang mengurusi masalah lingkungan hidup maka anda termasuk kedalam orang cerdas secara natural/

9. Kecerdasan Intuitif/visi
Ini adalah kecerdasan seseorang yang menentukan menjadi pemimpin atau pengikut. Pemimpin-pemimpin besar dapat melihat stuasi yang akan terjadi dan mengambil tindakan tepat untuk menanggapinya. Tindakan yang diambil bukan hanya berdasarkan intuisi semata tetapi melihat juga fakta-fakta ke belakang dan melakukan keputusannya dengan "berani". Dalam dunia IT Bill Gates adalah salah satu contohnya, entah kenapa orang ini sepertinya mempunyaibola kristal didalam kantongnya, dia dapat meramalkan bahwa PC akan tersedia dirumah-rumah dan nyatanya sekarang komputer bukan barang langka lagi bagi rumah tangga.

10. Kecerdasan Finansial
Apakah anda selalu mengaudit pemasukan dan pengeluaran anda. Apakah jika anda pergi ke mall anda dapat menahan diri untuk membeli barang-barang yang menarik bagi anda tetapi bukan merupakan prioritas tertinggi. Apakah anda dapat dengan mudah mengelola uang, maka anda termasuk orang yang cerdas secara finansial.

Temukan Kecerdasan yang anda miliki dari kecerdasan-kecerdasan yang diuraikan diatas. Jika anda memiliki salah satu atau lebih, maka asah dan latihlah terus kecerdasan anda sehingga bermanfaat bagi diri anda.Terimakasih  

Kecerdasan IQ, EQ, dan SQ



1. Kecerdasan Intelektual (IQ)

Kecerdasan ini ditemukan pada sekitar tahun 1912 oleh William Stern. Digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang pada masanya saat itu, dan ternyata masih juga di Indonesia saat ini. Bahkan untuk masuk ke militer pada saat itu, IQ lah yang menentukan tingkat keberhasilan dalam penerimaan masuk ke militer.

Kecerdasan ini terletak di otak bagian Cortex (kulit otak). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan untuk berhitung, bernalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi. Atau lebih tepatnya diungkapkan oleh para pakar psikologis dengan “What I Think“.

2. Kecerdasan Emosional (EQ)

Mulai menjadi trend pada akhir abda 20. Kecerdasan ini di otak berada pada otak belakang manusia. Kecerdasan ini memang tidak mempunya ukuran pasti seperti IQ, namun kita bisa merasakan kualitas keberadaannya dalam diri seseorang. Oleh karena itu EQ lebih tepat diukur dengan feeling.

Kecerdasan emosional digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Banyak orang yang salah memposisikan kecerdasan Emosional ini di bawah kecerdasan intelektual. Tetapi, penelitian mengatakan bahwa kecerdasan ini lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan dengan kecerdasan sosial. Kecerdasan ini lebih tepat diungkapkan dengan “What I feel”

3. Kecerdasan Spiritual (SQ)

Pertama kali digagas oleh Danar Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University. Dikatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya.

Kecerdasan ini terletak dalam suatu titik yang disebut dengan God Spot. Mulai populer pada awal abad 21. Melalui kepopulerannya yang diangkat oleh Danar Zohar dalam bukunya Spiritual Capital dan berbagai tulisan seperti The Binding Problem karya Wolf Singer.

Kecerdasan inilah yang menurut para pakar sebagai penentu kesuksesan seseorang. Kecerdasan ini menjawab berbagai macam pertanyaan dasar dalam diri manusia. Kecerdasan ini menjawab dan mengungkapkan tentang jati diri seseorang, “Who I am“. Siapa saya? Untuk apa saya diciptakan?

Bagaimana Kecerdasan Intelektual (IQ) Saja Tanpa Kecerdasan Emosional (EQ)?

Sahabatku, banyak di dunia ini hanya diukur dari kecerdasan IQ saja. Padahal menurut penelitian para pakar, kecerdasan IQ hanya menyumbang 5% (maksimal 10%) dalam kesuksesan seseorang. Mulai dari kita belajar di Sekolah Dasar dari sistem NEM sampai kuliah dengan sistem IPK. Bahkan tidak jarang banyak perusahaan yang merekrut seseorang berdasarkan dari test IQ saja.

Seperti apa IQ tanpa EQ? Coba kita pahami melalui kisah berikut

Eki memang tidak terlalu pintar dalam mata kuliah statistik. Entah kenapa pelajaran ini terasa berat dan susah ‘nyantol’ di otaknya. Di semester kemaren dia mendapatkan nilai D untuk pelajaran ini. Namun Eki tidak putus asa, semester berikutnya dia mencoba lagi. Berbagai ramuan penahan rasa kantuk dia minum hampir setiap malamnya hanya untuk menjadi teman penahan agar tetap melek dan konsen dalam belajar. Akhirnya masa akhir semester pun tiba, dan kini dia mendapatkan nilai B. Betapa senangnya Eki ketika itu, rasanya ingin dia memberikan bingkai figura daftar nilai B tersebut dan memasangnya di kamar untuk jadi kenangan sampai akhir hidup.

Di saat kesenangannya itu dia bercerita kepada Iko salah satu seorang temannya. “Ko akhirnya statistik ku dapet nilai B“, ujar Eki dengan hebohnya bagai mendapatkan durian runtuh.

“Ah baru dapat nilai B saja udah seneng, aku yang dapet A aja biasa-biasa aja“, sahut Iko. Iko memang terkenal pintar di kelasnya. Tak pernah luput darinya rangking 3 besar semenjak SD.

Eki yang saat itu sedang berbinar-binar tiba-tiba langsung menciut hatinya ketika mendegar komentar dari Iko. Bagaikan kompor yang sedang menyulut tinggi tiba-tiba padam karena tersiram air.

Coba kita lihat bagaimana sikap yang ditunjukkan oleh Iko. Memang dia pintar, tetapi tidak mampu memahami perasaan yang dialami oleh Eko. Banyak orang di dunia ini yang pintar namun tidak mampu berkomunikasi secara perasaan kepada orang lain. Bagaikan paku yang pernah dihujam ke sebatang kayu, walaupun bisa dicopot kembali namun lubang itu akan masih tetap ada.

Sekarang kita lihat bagaimana EQ bekerja terhadap situasi seperti ini

“Hi, kenapa kamu terlihat sedih hari ini Ki?” sapa Intan begitu masuk ke kelas.

“Yah, aku cuman dapet nilai B dalam statistik” ujar Eki dengan nada lesu karena habis terciutkan oleh perkataan si Iko.

“Wow hebat donk, kamu ngulang lagi kan kemaren gara-gara dapet D. Bagus donk sekarang dapet B“, hibur Intan kepada Eki.

“Iya, tapi si Iko dapet A dan begitu aku cerita kepadanya….“

“Yaah… kamu tau sendiri kan si Iko orangnya gimana? Tak perlu risau, udahlah jangan kau masukkan ke dalam hati omongan dia. Aku tahu koq perjuangan kamu, kamu udah berusaha giat untuk mengejar nilai ini. Dan ingat tidak bahkan hampir setiap minggu kamu bertanya kepada orang tentang pelajaran ini yang gak kamu ngerti. Malah aku salut ngelihat mahasiswa kayak kamu Ki” ujar Intan membanggakan Eki.

Dan senyuman Eki mulai terlihat di bibirnya.

Begitulah EQ itu bekerja dan mampu memberikan kesuksesan dalam diri kita. EQ dan komunikasinya yang baik mampu memberikan apresiasi ke dalam diri sendiri dan orang lain seperti yang dilakukan Intan. Walau Intan sebenarnya juga tidak kalah pintarnya dalam pelajaran dibandingkan Iko, namun dia juga pintar memahami perasaan orang lain. EQ membantu kita menjadi seseorang yang sukses dalam bersosial dan berkehidupan.

Bagaimana Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ) Tanpa Kecerdasan Spiritual (SQ)?

Kita sudah paham apa itu IQ dan EQ serta bagaimana keduanya apabila bekerja bersinergi. Namun apabila kedua kecerdasan tersebut tidak disinergikan dengan SQ maka akan berakibat fatal. SQ sendiri bukanlah untuk menjadi “ahli pertapa”, duduk termenung dan diam menikmati indahnya spiritualitas.

Seperti apa punya IQ dan EQ tanpa SQ?

Banyak orang cakap dan pintar di dunia ini, salah satunya adalah Hittler. Kita semua mengenal Hittler sebagai pemimpin yang handal. Mampu mempengaruhi sebagian belahan dunia untuk berada di dalam kekuasaannya. Perlu diketahui pula, hittler termasuk salah seorang pempimpin yang hebat dalam hal IQ dan EQ. Buktinya dia mampu dielu-elukan oleh para pengikutnya. Bahkan ada sebuah statemen yang berasal dari dia, “Seribu kebohongan akan menjadi satu kebenaran“.

Namun dibalik kejayaannya, dia mempunyai niatan yang buruk. Tujuan yang tidak mulia. Itulah gambaran cakap IQ dan EQ namun tanpa SQ, tidak menyadari makna/value dalam diri serta siapa dirinya dan untuk apa dirinya diciptakan.

Contoh lain adalah, Yakuza. Kita mengenal berbagai bentuk sindikat di dunia. Kalau di Itali ada namanya mafia, di Jepang dikenal dengan Yakuza. Sebuah sindikasi Yakuza terdiri dari orang-orang yang hebat dan solid. Mereka memiliki kemampuan berbisnis dan berorganisasi dengan cakap. Kultur mereka mempunyai semangat juang yang tinggi, loyalitas yang hebat, serta solidaritas yang kuat. Namun jeleknya tujuan mereka (pemaknaan/value) bukan pada tujuan yang mulia. Bahkan apabila mereka melakukan kesalahan yang mengakibatkan membahayakan temannya, mereka harus memotong jari mereka.

Bagaimana di Indonesia? Tentu saja di Indonesia terdapat banyak orang pintar dan cakap (dan saya sangat yakin itu). Tetapi banyak yang berakhlak dan bermoral buruk. Bagaimana dengan koruptor? Tentu saja menjadi seorang koruptor harus memiliki EQ dan IQ yang baik. Dia cerdas dan harus jago berstrategi. Jago bernegosiasi, berkomunikasi, dan mampu merebut hati orang untuk mau diajak berspekulasi dan berkompromi dengannya. Semangat juang tinggi? Tentu, mereka nampak selalu prima dan percaya diri. Namun akhlak dan moralnya? Masih bobrok. Itulah cakap IQ dan EQ namun tidak memiliki SQ.

Bahkan menurut sebuah penelitian, kunci terbesar seseorang adalah dalam EQ yang dijiwai dengan SQ. Banyak seseorang yang di-PHK dari pekerjaannya bukan karena mereka tidak pintar, bukan karena mereka tidak pintar mengoperasikan sesuatu, bahkan bukan karena ketidak mampuannya berkomunikasi. Tetapi karena tidak memiliki integritas. Tidak jujur dan tidak bertanggung jawab.

Inilah gambaran bagaimana SQ masih belum bekerja di banyak sistem di bumi ini.

IQ digambarkan sebagai “What I think?“, EQ “What I Feel”, dan SQ adalah kemampuan menjawab “Who I am“. Siapa saya? Dan untuk apa saya diciptakan. Tuhan Maha Adil, sebenarnya kita memiliki semua kecerdasan ini tetapi tidak pernah kita asah bahkan kita munculkan. Untuk menjadi seorang pribadi yang sukses kita harus mampu menggabungkan dan mensinergikan IQ, EQ, dan SQ. Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna.

Bagaimana Menjadi Kreatif?


Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang unik dan memiliki kreatifitas yang tinggi, Namun kadang tidak mudah bagi seseorang mendapatkan Ide cemerlang sehingga harus mencari atau membuat "pemicu" sehingga akan timbul ide tersebut. Sesorang yang memiliki kreatifitas yang tinggi mudah mendapatkan inspirasi sehingga membuatnya menjadi orang yang memiliki banyak ide. 

Cara untuk mebangkitkan kreatifitas adalah menghubungkan semua bagian dalam diri. Namun kreatifitas dipengaruhi oleh pengetahuan sebelumnya dan bagaimana kita menatap masa yang akan datang. Lalu bagaimana sih sebetulnya cara dalam berfikir kreatif itu? Menurut Dave Stewart, anggota Eurythmics, kreatifitas itu biasanya berawal dari mengkoneksikan dua hal yang berbeda yang mana biasanya normalnya hal tersebut tidak dilakukan, menggabungkan dua titik yang berbeda sama sekali.
Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas dan menemukan ide, inovasi dan inspirasi, berikut lengkapnya :

1. Santai dan Rileks

Untuk membangkitkan kreatifitas guna menemukan sebuah ide dan inspirasi, kita sebaiknya berada dalam kondisi santai alias relax. Bagaimana cara bersantai? Tentu setiap orang punya cara yang berbeda untuk bersantai. 
Seringkali kreatifitas itu datang ketika kondisi tubuh dan pikiran sedang santai dan rileks. Jika belum juga menemukan sebuah ide jangan memaksakan diri, karena akan membuat kita stress. Dan jika itu terjadi malah akan membuat kreatifitas hilang. Santai saja dan rilex, regangkan otot, regangkan syaraf, nikmati udara sekitar, tarik nafas, hembuskan, mungkin mencari tempat yang tepat bisa membantu dalam berfikir.

2. Jelajahi Pikiran (Imajinasi)

Yang membedakan orang jenius dengan orang pada umumnya sebetulnya hanya imajinasi. Orang pada umumnya hanya menjalankan kehidupan berdasarkan realitas yang ada, sedangkan si jenius membangun suatu konsep yang belum pernah ada sebelumnya. Meskipun sesuatu itu sendiri berdiri di atas konsep yang sudah ada di alam sekitarnya.
Sebagai contohnya, yang dilakukan oleh Abbas Ibnu Firnas ilmuwan muslim di zaman kekhilafahan yang menemukan konsep pesawat terbang sekaligus mengimplementasikannya, konsepnya di temukan 800 tahun sebelum Wilbur O Wright mengadopsinya dan merealisasikannya dalam pesawat terbang masa kini. Dari mana konsepnya? Dari mengamati bagaimana burung terbang, meneliti bentuk sayap yang aerodinamis.
Sehingga berimajinasi dalam pikiran yang santai dan rilex mampu memicu daya kreatifitas dalam berbagai hal. Imajinasi memungkinkan Anda menemukan jembatan di antara dua hal yang berbeda. Yang jelas semuanya berawal dari imajinasi seseorang terhadap pengamatan yang ada disekitarnya, sesederhana itu.

3. Berbicara dengan Diri Sendiri

Kedengarannya gila, tapi berdiskusi itu gak harus sama orang lain. Coba berdiskusi dengan diri sendiri untuk menemukan sebuah keputusan untuk ide dan inspirasi. Berbicara dengan diri sendiri ini adalah bagian dari komunikasi intrapersonal dan memiliki berbagai manfaat seperti: membangun kemandirian dan menghilangkan stress.

4. Banyak Belajar dan Referensi

Seorang yang kreatif pun tentunya tidak akan pernah berhenti belajar akan banyak hal, apabila diperhatikan ilmuwan-ilmuwan pun memiliki banyak sekali referensi yang menunjang keilmuwannya. Semakin tinggi keilmuwannya, maka bisa dipastikan semakin banyak juga referensi yang dimilikinya. Misalnya saja seorang designer populer, ia pun belajar dan memiliki serta mengamati banyak referensi, dan belajar dari orang-orang yang sebelumnya. Begitu juga dengan kita, banyak belajar dan memiliki banyak referensi akan menunjang daya kreatifitas.

5. Komunikasi dan Bersosialisasi

Ide dan kreatifitas juga biasanya muncul ketika kita bersosialisasi dengan banyak orang. Hal-hal sederhana bisa memicu kreatifitas yang luar biasa. Contoh ketika Dustin Moskovitz berbincang dengan Mark Zuckerberg perihal status seorang teman wanitanya, masih single atau tidak. Mark Zuckerberg menjawab bahwa tidak ada seorang pun yang mau kemana-mana menggunakan papan di tempel di bajunya untuk menjelaskan statusnya. Nah dari sinilah ide muncul, yang akhirnya menjadi salah satu fitur bermanfaat di facebook, yakni fitur status seseorang. Yang jelas ide mengalir begitu saja ketika Anda berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang-orang yang bahkan beda bidangnya dengan Anda.

6. Perhatikan sesuatu dengan lebih Detail.

Misalnya ketika memegang sebuah smartphone sambil memperhatikan bentuknya lebih detail kemudian terfikirkan mengapa harus berbentuk seperti itu. Kita bisa saja memikirkan untuk membuat bentuk yang lain, misalnya bagaimana bila bentuknya lebih kecil sehingga bisa menempel didekat telinga setiap waktu, atau membuat smartphone layaknya jarvis milik Tom Stark dalam film Iron Ma. Mungkin itu adalah hal gila atau mungkin bodoh yang timbul dari memperhatikan hal kecil dan detail, tetapi bisa menjadi ide baru yang belum terpikirkan orang lain.

7. Ide Datang Dengan Sendirinya lalu Improvisasikan

Sepercik ide yang datang pun bila Anda improvisasi maka akan menghasilkan ide-ide luar biasa selanjutnya. Asal Anda tidak lupa untuk mencatatnya ke dalam secarik kertas / handphone atau apapun, jangan sampai ide muncul kemudian Anda tidak mencatatnya. Karena bisa hilang dengan cepat.

8. Berdoa

Berdoalah kepada Tuhan, agar kita bisa mendapatkan ide dan inspirasi yang bagus dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Terdapat banyak sekali manfaat berdo’a selain itu orang yang tidak mau berdo’a termasuk kedalam orang- orang yang takabur ( sombong) karena tidak menempatkan Tuhan sebagai penentu segala sesuatu. Sungguh tidaklah patut bagi kita menyombongkan diri di hadapan Tuhan dengan tidak mau berdo’a. Do’a merupakan hal wajib dalm setiap yang kita lakukan, dan merupakan salah satu kunci keberhasilan.
Demikian artikel kali ini tentang Bagaimana Menjadi Kreatif Dan Banyak Ide? Semoga bermanfaat! Jika Sobat merasa ini bermanfaat silahkan share agar bisa bermanfaat bagi orang lain.
Scroll To Top