Beberapa tahun terakhir,
menjadi writerpreneur adalah ambisi sekaligus keingingan tak sedikit orang.
Bukan saja penulis ternama, bahkan kaula muda yang baru menkmati “berkah”
teknologi pun ingin menimba “berkah” dunia writerpreneur.
Oke, apapun latar belakang Anda,
apalagi Anda adalah seseorang dengan latar belakang pendidikan yang memadai dan
memiliki pengetahuan serta ambisi aktualisasi diri yang kuat, menulis secara
lepas adalah satu alternatif yang sangat menjanjikan. Ya, menjadi
writerpreneur. Maknanya, Anda mesti mampu mengolah kemampuan Anda dan
memanfaatkannya untuk meraih keuntungan yang lebih besar dari sekadar
mendapatkan royalty dari karya tulis Anda. Anda bisa menciptakan jasa-jasa
derivate yang memberikan value yang lebih tinggi bagi konsumen atau jaringan
Anda, atau pengguna jasa Anda. Dan hal ini yang akan membedakan seorang penulis
biasa dengan seorang writerpreneur.
Terlebih lagi jika Anda berbakat
dalam bidang tulis menulis, Anda tidak perlu khawatir karena sekarang ini
banyak sekali media massa di mana Anda dapat mencurahkan ide-ide Anda dan
mendapatkan penghasilan yang lumayan. Menulis bisa dilakukan di rumah di antara
sela-sela kegiatan harian Anda sehingga tidak banyak waktu yang harus Anda
korbankan demi usaha ini.
Diantara jurus jitu yang dapat
Anda gunakan dalam mengemban sebagai writerpreneur, PERTAMA, JURUS PERSIAPAN.
Pada jurus ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, pertama, Anda mesti
memiliki sarana penunjang, misalnya, laptop, komputer atau serupanya. Dengan
sarana semacam itu, Anda menulis akan lebih baik dan praktis. Kalau Anda belum
memiliki laptop dan komputer, Anda bisa meminjam ke teman Anda. Atau Anda juga
bisa ke rental komputer. Alternatif terakhir, meski terasa membuang tenaga dan
waktu, ialah Anda bisa menulis semua tulisan Anda dengan tangan di buku tulis
atau kertas kemudian menyerahkannya ke petugas rental agar mengetikkannya untuk
Anda.
Kedua, dapatkan ide untuk
dijadikan cerpen dan artikel. Proses mencari dan menemukan ide yang bagus untuk
Anda tuangkan menjadi sebuah tulisan baik itu cerpen atau artikel bisa sangat
panjang, terutama jika Anda seorang pemula dengan jam terbang yang sangat
terbatas. Namun, berita baiknya, semakin Anda membuka wawasan dengan membaca,
semakin mudah Anda menemukan inspirasi untuk menulis.
Ketiga, usahakan memiliki
sambungan internet. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa temukan warnet. Selain
buku, internet sekarang ini merupakan jendela dunia. Dalam internet, Anda dapat
temukan berbagai macam informasi yang termutakhirkan setiap detik. Di samping
itu, banyak korespondensi yang dapat seorang penulis lakukan dengan internet,
misalnya saat Anda harus mengirimkan naskah. Mungkin Anda bisa memanfaatkan
jasa pos, tetapi penggunaan email akan sangat berguna jika waktu yang Anda
miliki sudah sangat terbatas.
Keempat, asah keahlian menulis
Anda. Seorang penulis andal pun harus tetap mengasah kemampuannya terus menerus
karena menulis ibarat sebuah pisau yang tumpul jika dibiarkan tergeletak tidak
digunakan.
Kelima, alokasikan waktu untuk menulis. Pastikan Anda mempunyai
waktu yang cukup untuk menulis setiap harinya. Proses menuangkan ide ke dalam
tulisan bisa memakan waktu berjam-jam.
Keenam, ciptakan sebuah ruang
kerja yang tenang. Menulis bukan kegiatan publik seperti bercakap-cakap atau
diskusi. Menulis layaknya sebuah meditasi intelektual yang membutuhkan
konsentrasi penuh. Dan konsentrasi itu hanya dapat diperoleh saat Anda
sendirian.
KEDUA, JURUS REALISASI. Pada
jurus ini Anda perlu memperhatikan beberapa hal, pertama, carilah media massa
seperti majalah atau tabloid yang menerima kontribusi tulisan dari pembaca.
Setelah menemukan, Anda baca media tersebut agar benar-benar meresapi gaya
penulisan yang dikehendaki redaksi. Dengan begitu, peluang artikel atau cerpen
Anda untuk lolos dan diterbitkan semakin besar. Akan lebih baik jika menulis
dengan tema yang Anda sukai atau tema yang telah familiar bagi Anda.
Kedua, menulis cerpen atau
artikel yang sesuai dengan tema dan selera pembaca. Ketahui siapa audiens Anda
sehingga Anda tidak salah memilih gaya penulisan. Jika Anda berniat menulis
artikel bertema dunia anak, otomatis Anda harus menyesuaikan dengan para
pembaca.
Ketiga, karena persaingan dan
proses penyaringan yang ketat, besar kemungkinan tulisan Anda tidak diterbitkan
saat pertama kali Anda menulis, terutama jika Anda pemula. Namun, itu bukan
alasan untuk berhenti berusaha dan mengirimkan naskah. Tetaplah menulis dengan
terus mengadakan perbaikan-perbaikan. Keempat, berpartisipasilah dalam sebuah
perkumpulan menulis.
KETIGA, JURUS MARKETING. Pada
jurus ini Anda perlu memperhatikan beberapa hal, pertama, miliki sebuah blog
atau situs pribadi. Akhir-akhir ini banyak penulis yang memasarkan keahlian
mereka dengan cara online. Anda dapat memajang semua tulisan terbaik Anda di
halaman blog Anda. Dan alangkah baiknya jika Anda jelaskan pula siapa Anda
(dalam halaman web yang biasanya berjudul “About Me” atau “Tentang Saya”) dan
bagaimana menghubungi Anda jika seseorang membutuhkan penulis.
Kedua, ikut serta dalam kegiatan
jejaring sosial. Tentu Anda harus memilih cara berjejaring sosial yang sesuai
dengan tujuan Anda, yaitu memasarkan keahlian menulis Anda. Perbanyak jaringan
dengan sesama penulis, terutama yang lebih dahulu terjun. Selain dapat bertukar
pengalaman, Anda juga mendapatkan ide-ide kritik serta masukan dalam
menjalankan usaha ini.
Ketiga, teruslah mengirim karya
ke berbagai media yang sesuai target Anda. Lampirkan pula biodata dan bagaimana
Anda bisa dihubungi.
KEEMPAT, JURUS MEMAHAMI
TANTANGAN. Pada jurus ini Anda perlu memahami beberapa hal, pertama, untuk
pemula, keinginan menulis kurang stabil. Kadang sangat menggebu-gebu, kadang
tenggelam sama sekali. Di sini Anda mesti mampu menyeimbangkan diri dengan
beberapa macam hal. Misalnya, relaksasi, jalan santai, berkunjung ke toko buku,
atau bisa juga meminjam buku ke perpustakaan.
Kedua, alokasi waktu khusus
untuk menulis sangat sempit. Untuk Anda yang memiliki banyak aktivitas di luar
rumah, waktu yang tepat untuk menulis sangat sedikit dan jika ada waktu
senggang lebih tergoda untuk melakukan kegiatan yang lebih santai daripada
menulis. Nah, pada kondisi demikian, Anda mesti menjadwalkan secara khusus,
kapan saja Anda mesti menulis. Misalnya, jam 2 pagi, atau sesuaikan dengan
selera Anda.
Ketiga, mungkin Anda tak kenal
menyerah dalam mengirim artikel atau cerpen, tetapi Anda terus saja
mengirimkan. Tidak ada yang salah dengan semangat yang tinggi, namun akan lebih
baik jika semangat tersebut disertai dengan strategi dan taktik yang jitu agar
tulisan Anda lolos dan diterbitkan. Sederhana saja, silakan pahami media yang
Anda tuju dari berbagai aspeknya. Misalnya, visi-misinya, tren tulisannya hingga
karya tulis yang pernah dipublikasikannya.
Saya sendiri sedang mencoba
mengamalkan sekaligus menikmati hasil dari apa yang saya bahas dalam tulisan
ini. Mudah-mudahan Anda terinspirasi dan tulisan ini bisa membantu sekaligus
bermanfaat bagi Anda. Terutama sebagai penyemangat Anda dalam mewujudkan impian
Anda menjadi writerpreneur yang sukses dan bermanfaat banyak bagi banyak orang,
terutama bagi orang-orang yang Anda cintai (keluarga besar, sahabat) dan para
pembaca setia karya Anda. Selamat mencoba!


