Menjadi penulis
tentu mengasyikkan. Selain dikenal banyak orang, karya kita pun akan dinikmati
banyak orang. Ditambah dengan uang royalti yang setiap waktu tertentu melayang
ke rekening kita. Siapa coba yang tidak mau jadi penulis? Semua orang di negeri
ini akan malu jika namanya sudah besar, pangkatnya sudah tinggi, tapi belum
mampu melahirkan satu karya buku pun. Maka tak jarang mereka yang memang sudah
memiliki dompet yang tebal, plus nama besar, mereka menyewa jasa ghost writer untuk menuliskan bukunya,
buku atas nama dirinya. Entah itu buku ilmiah atau biografi. Yang jelas, ia
punya nama sebagai penulis buku.
Langkah menulis buku
sebenarnya sederhana, hanya perlu keinginan dan kemauan yang kuat, disertai
kegigihan dan kesabaran. Karena jangan harapa menjadi penulis terkenal kalau
baru mulai menulis saja sudah mengeluh. Jangan harap bisa melahirkan banyak
karya kalau tidak mau terus belajar menulis. Dan yang terpenting, jangan harap
bisa jadi penulis besar kalau dikritik sedikit saja sudah memble, baperan. Karena
menulis itu soal hati, soal perasaan. Menuangkan apa yang ada dalam pikiran ke
dalam sebuah naskah tulisan tentu tidak mudah. Maka perlu perjuangan dan usaha
yang besar dan kuat. Karena mereka para penulis besar pun tidak lahir secara
instan dengan kemampuan menulis yang hebat. Mereka lahir dari keringat, dari
malam-malam bersama naskah, bahkan dari air mata.
Untuk Anda yang saat
ini berkeinginan menulis sebuah buku, maka penulis sampaikan, bahwa menjadi
penulis itu mudah. Tinggal diiringi dengan kemauan untuk belajar dan jiwa yang
pantang menyerah. Mau menulis buku? Gampang! Tidak ada yang sulit selama kita
ingin belajar, berusaha, dan berjuang. Semua pasti ada jalannya. Pada
kesempatan ini penulis akan sampaikan beberapa langkah untuk menulis sebuah
buku. Maka, inilah langkah-langkah yang harus kamu tempuh jika ingin melahirkan
sebuah buku:
1.
Tentukan Judul
Setiap penulis pasti
memiliki langkah-langkah yang berbeda dalam menulis suatu karya. Ada yang
menentukan judul dahulu lalu lanjut menulis isi buku, ada pula yang menulis isi
buku dahulu lalu menentukan judul. Tapi penulis sendiri menggunakan langkah
menentukan judul buku di awal, karena agar pada proses penulisan isi, isi buku
terfokus pada judul yang sudah ditentukan, tidak lari pada hal lain, istilahnya
tidak ngalor-ngidul. Maka, pada tahap
awal penulis sarankan agar Anda menentukan dahulu judul buku yang akan Anda
tulis.
2.
Buat Kerangka Buku
Setelah menentukan
judul buku yang akan Anda tulis, maka langkah selanjutnya adalah membuat
kerangka atau outline buku. Kerangka
buku adalah garis besar apa saja yang akan Anda tulis dalam buku tersebut.
Kerangka buku diibaratkan garis besar haluan buku tersebut. Daftarlah apa saja
yang akan Anda tulis. Tentu daftar atau
outline tersebut haruslah merujuk pada judul utama yang telah Anda tentukan
sebelumnya. Penulisan kerangka adalah salah satu tahap terpenting dalam menulis
buku, karena ini akan menjadi titik besar yang menentukan proses penulisan buku
ke tahap selanjutnya.
3.
Riset
Langkah
selanjutnya yang harus Anda lakukan setelah mendaftar kerangka buku adalah
dengan riset atau penelitian. Yang dimaksud dengan riset di sini adalah Anda
mencari bahan referensi yang akan Anda tulis dan tuangkan di setiap kerangka
buku. Anda bisa mencarinya di buku-buku, jurnal, ataupun artikel di internet.
Asalkan semua referensi yang Anda gunakan dapat dipertanggungjawabkan
keabsahannya. Dan yang perlu diperhatikan adalah Anda tidak boleh asal comot karya orang, karena Anda bisa
dituduh sebagai plagiator nantinya. Anda tentu boleh menjadikan segala sumber
sebagai bahan referensi Anda, asalkan Anda tetap mencantumkan referensi
tersebut dalam daftar pustaka Anda. Pastikan pada tahap ini Anda melakukan
riset selengkap mungkin, agar ketika mulai mengeksekusi isi buku Anda tidak
bingung lagi.
4.
Menulis Isi Buku
Nah,
ini adalah tahapan terpenting sekaligus terbesar. Nasib Anda dalam menulis buku
ditentukan pada tahap ini. Jika Anda ingin menyelesaikan naskah Anda, maka Anda
harus benar-benar pada tahap ini. Setelah melakukan riset untuk mendukung
naskah Anda, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mulai menulis.
Menulis dengan berbagai sumber referensi yang telah Anda dapatkan, tentu dengan
pengembangan dan pemikiran Anda sendiri. Biasanya, orang-orang yang gagal dalam
menulis buku adalah karena tidak kuat dan menyerah pada tahap ini. Mereka
kebanyakan menunda, menunda, dan menunda naskahnya. Alasannya beragam. Ada yang
karena bingung, stuck, alasan writers block, dan alasan termasyhur
adalah karena malas. Memang, tahap ini adalah tahap yang paling menantang yang
harus ditaklukkan. Jika Anda mampu menaklukkan tahapan ini, niscaya naskah Anda
akan rampung, dan itu merupakan sebuah tanda bahwa Anda benar-benar serius
ingin menjadi penulis profesional. Taklukkanlah tahapan ini, maka Anda akan
menjadi penulis sukses. Satu pesan dari penulis adalah teruslah menulis ketika
Anda down, teruslah menulis ketika
Anda stuck. Jangan cari-cari alasan.
Tulislah, lakukanlah. Jangan sampai alasan yang dibuat-buat seketika
menghancurkan mimpi besar Anda.
5.
Editing
Setelah
Anda menaklukkan tahapan yang paling menantang, langkah selanjutnya yang harus
Anda lakukan adalah proses editing. Pada tahapan ini Anda bisa memberikan
naskah Anda kepada editor profesional untuk mengedit naskah Anda. Bisa pula
Anda mengedit sendiri naskah Anda dengan kemampuan editing Anda. Proses editing
mencakup membenarkan kesalahan-kesalahan dalam mengetik seperti typo, mengefektikan kalimat jika ada
yang belum efektif, juga mengubah redaksi kalimat jika bisa membuatnya lebih
nyaman dibaca. Itulah proses editing.
6.
Finishing
Setelah
editing, naskah Anda masuk ke proses finishing. Proses ini adalah proses di
mana naskah Anda dimaksimalkan, dilihat lagi setiap strukturnya, dilengkapi
setiap perangkatnya. Dalam tahap ini termasuk juga soal cover buku, pembuatan daftar isi, daftar pustaka, layout buku, sampai keterangan tentang
penulis. Proses ini lebih kepada pemaksimalan dan penyelesaian dari penulisan
buku.
7.
Percetakan
Setelah
semuanya di check and recheck,
barulah naskah Anda dimasukkan ke oven percetakan. Namun, tunggu dulu. Proses
percetakan ini bisa ditempuh melalui dua tahapan. Pertama, jika Anda mengajukan
naskah buku Anda ke penerbit, maka percetakan ini dilakukan oleh penerbit.
Tentunya dicetak setelah menunggu proses yang cukup lama, sampai akhirnya bisa
diputuskan untuk dicetak. Kedua, Anda mencetaknya sendiri. Mencetak sendiri
buku yang telah ditulis istilahnya adalah self
publishing. Jadi Anda mencetak buku Anda sendiri secara mandiri. Terlepas
apa pun pilihan Anda, mengajukannya ke penerbit ataupun mencetaknya sendiri,
yang jelas percetakan adalah tahap penting dalam proses penerbitan sebuah buku.
8.
Pendistribusian
Nah,
setelah buku berhasil dicetak, langkah selanjutnya adalah pendistribusian.
Yakni proses mengantarkan dan menyalurkan buku-buku Anda kepada pembaca Anda.
Jika pada tahapan sebelumnya Anda memilih mengajukan naskah Anda pada penerbit,
maka pendistribusian pun sepenuhnya dilakukan penerbit. Anda bisa membantunya
dengan mempromosikan buku Anda di media sosial. Dan, jika Anda memilih mencetak
buku Anda sendiri atau self publishing,
maka tahapan pendistribusian menjadi tanggung jawab Anda. Anda sendirilah yang
harus mendistribusikan buku Anda.
Nah,
8 langkah itulah yang harus Anda tempuh jika ingin menulis sebuah buku.
Sebenarnya tidak ada langkah baku atau pasti mengenai penulisan buku, namun
itulah yang biasanya kebanyakan penulis buku lakukan. Pun dengan pengalaman
penulis sendiri.
Jika
sekarang Anda telah tahu langkah apa saja yang harus Anda ambil, maka sudah
siapkah Anda memulai menulis?








