16 Skills Dasar yang Harus Kamu Miliki di Abad 21



Saat ini, berbagai institusi pendidikan berlomba-lomba meningkatkan kualitas pendidikannya dengan cara menerapkan pendidikan karakter di kurikulum pendidikannya. Tak sedikit juga yang menambahkan kemampuan soft skills  untuk menunjang kemampuan akademik. Sebenarnya, kemampuan apa yang dibutuhkan para siswa saat ini untuk bisa survive di masa depan?

Beberapa waktu lalu Word Economy Forum (WEF) melansir sebuah laporan penelitian bahwa setidaknya ada 16 kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang untuk bisa bertahan dan berdaya saing di abad 21. Apa saja itu?

Ke-16 kemampuan itu dibagi menjadi 3 bagian besar. Yakni Foundational Literacies, Competencies, dan Character Qualities. Foundational Literacies berarti literasi dasar, sebuah kemampuan untuk mengatur dan memenuhi tugas-tugas kesehariannya. Bagian besar Foundational Literacies ini terdapat 6 kemampuan khusus, yaitu literacy yang berarti kemampuan membaca, numeracy yang berarti kemampuan berhitung matematik, scientific literacy yang berarti literasi tentang sains, ICT literacy yang berarti literasi tentang teknologi informasi dan komunikasi, financial literacy yang berarti literasi kemampuan mengatur keuangan, dan cultural and civic literacy yang berarti literasi tentang budaya dan kewarganegaraan. Selanjutnya bagian besar Competencies. Competencies ini berarti kemampuan siswa dalam menyikapi masalah atau tantangan yang kompleks. Bagian ini memiliki 4 kemampuan khusus setelah diurai, yakni critical thinking/problem-solving yang berarti kemampuan berpikir kritis dan mengatasi masalah, creativity yang berarti kemampuan berkreatifitas, communication yang berarti kemampuan berkomunikasi, dan collaboration yang berarti kemampuan bekerja sama atau berkolaborasi dengan orang lain. Selanjutnya bagian besar Character Qualities. Character Qualities adalah kemampuan siswa dalam bersikap di lingkungan masyarakat. Bagian Character Qualities ini memiliki 6 kemampuan khusus, yakni ada curiosity yang berarti rasa penasaran yang tinggi, initiative yang berarti tingkat inisiativitas yang tinggi, persistence/grit yang berarti ketekunan dan ketabahan, adaptability yang berarti kemampuan beradaptasi, leadership yang berarti kemampuan kepemimpinan, dan social and cultural awareness yang berarti kepedulian terhadap sosial.

Itulah ke-16 kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa sekarang untuk bisa survive di abad 21. Jika dibuat daftar, maka seperti inilah daftarnya:

KEMAMPUAN ABAD 21

FOUNDATIONAL LITERACIES (How students apply core skill to everydary tasks)
1.      Literacy
2.      Numeracy
3.      Scientific literacy
4.      ICT literacy
5.      Financial literacy
6.      Cultutal literacy

COMPETENCIES (How student approach complex challenges)
7.      Critical thinking/problem-solving
8.      Creativity
9.      Communication
10.  Collaboration

CHARACTER QUALITIES (How students approach their changing environment)
11.  Curiosity
12.  Initiative
13.  Persistence/grit
14.  Adaptability
15.  Leadership
16.  Social and cultural awareness

Itulah daftarnya. Bagaimana dengan sekolah Anda, apakah sudah berusaha menanamkan kemampuan-kemampuan di atas? Karena kemampuan-kemampuan di atas tidak bisa dikuasai dalam waktu yang cepat, perlu penanaman perlahan yang disertai kesabaran untuk bisa menguasainya.

Jika ditilik ke-16 kemampuan di atas, penulis merasa bahwa kebanyakan dari kemampuan itu adalah kemampuan soft skills, seperti kepemimpinan, ketekunan, rasa penasaran, berpikir kritis, bekerja sama, komunikasi, inisiatif, kreativitas, kepedulian sosial. Penulis merasa bahwa sebagian besar dari kemampuan itu adalah kemampuan soft skills. Yang kita ketahui bahwa seseorang untuk menjadi sukses lebih diperlukan soft skills dibandingkan kemampuan hard skills.

Kemampuan soft skills tidak bisa instan diterapkan kepada seseorang. Soft skills itu bersifat kontinu, yakni pembelajarannya terus-menerus selama hidup. Karena kemampuan soft skills itu berkaitan dengan konsep diri, juga dengan bagaimana bersikap dengan orang dan ban banyak orang. Harus terus-menerus dilatih dan ditanamkan.

Lantas, mengapa di abad 21 kemampuan soft skills lebih ditekankan dibandingkan dengan kemampuan hard skills? Karena di abad 21 teknologi sudah begitu canggih dan maju, sehingga kemampuan hard skills bisa saja dipelajari dengan lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan kemampuan soft skills yang pembelajarannya pasti lama. Bahkan sangat lama, karena berkaitan dengan karakter atau tabiat seseorang. Yang kita tahu bahwa karakter itu dibawa dari sejak kecil, bagaimana orangtuanya merawat dan mendidiknya, bagaimana lingkungannya mengajarkan berinteraksi, dan lain sebagainya itu merupakan bawaan dari kecil. Ketika seseorang telah dewasa dan ingin memiliki kemampuan soft skills yang baik, ia harus menggenjot dan menempa dirinya untuk lebih keras berusaha mengubah kebiasaan dirinya yang buruk dan mulai menerapkan dan membiasakan kebiasaan-kebiasaan baik.

Hard skills itu cenderung lebih mudah daripada soft skills. Karena bersifat pasti, sebuah kemampuan yang bisa dipelajari dengan waktu yang relatif lebih cepat. Abad 21 penuh dengan kemajuan teknologi, dibutuhkan orang-orang yang tangguh, tekun, dan memiliki integritas yang tinggi, daripada hanya sekadar kepintaran. Kepintaran bisa diperoleh dengan belajar, tapi bagaimana dengan integritas? Bisakah dipelajari hanya dengan waktu 1-2 bulan? Tentu tidak.

Maka tak heran jika banyak institusi pendidikan saat ini gencar melakukan sosialisasi bahwa terdapat pendidikan karakter dalam kurikulumnya. Orang-orang akan berbondong-bondong menyekolahkan anaknya pada sekolah yang menerapkan pendidikan karakter yang baik, karena sejatinya itulah tujuan pendidikan, dan lagi-lagi karakterlah yang menyebabkan seseorang bisa bekerja dengan baik atau tidak. Mereka yang memiliki karakter yang baik dan kuatlah yang akan mampu berkompetisi dan memiliki daya saing. Sekarang yang dibutuhkan dunia bukan hanya orang pintar, tapi juga orang yang memiliki integritas. Pintar saja tidak cukup.

Karena apa? Semakin canggih dan majunya segala kemajuan zaman dan teknologi, orang akan menyerbu segala hal yang instan. Banyak pribadi yang tidak sabaran. Kecurangan, korupsi, dan praktik-praktif buruk lainnya seakan-akan menjadi lumrah di zaman sekarang. Maka dari itulah, orang yang berkarakter baik dan kuat atau orang yang memiliki soft skills yang baik itulah yang dicari dan dibutuhkan. Karena mereka sudah langka. Stok orang yang memiliki soft skills yang baik semakin menipis.

Sebagai orang yang masih berkesempatan mencicipi kehidupan di abad 21, sikap terbaik yang harus kita lakukan adalah dengan mempersiapkan segala kemampuan yang dibutuhkan. Terlebih kemampuan soft skills. Bukan berarti kita tidak mengindahkan kemampuan hard skills. Justru kemampuan hard skills akan mudah kita kuasai jika kita memiliki soft skills yang baik. Kita tekun untuk belajar, ya pasti akan mudah. Kita tangguh dalam melawan segala godaan dalam belajar, ya pasti akan mudah. Kita jujur dan memiliki fokus yang tinggi saat belajar, tentu akan mudah. Sehingga yang menjadi fokus utama kita adalah soft skills, hard skills akan mudah kita kuasai.
Lantas, sudah sejauh mana persiapan dan pembelajaran Anda mengasah soft skills Anda? Ingat, soft skills tidak dibangun dengan mudah. Perlu perjuangan yang tidak singkat dan sebentar. Perlu waktu dan upaya yang harus dilakukan dengan sabar. Maka tidak ada waktu lagi untuk bersikap bodoh amat terhadap segala kemampuan soft skills, waktunya segera beranjak untuk melatih diri. Mulai sesegera mungkin, dari sekarang juga.

Selamat berjuang, selamat berkembang!
Scroll To Top