Apa itu Delay Gratification?


 Dalam hidup ini tak bisa dimungkiri bahwa kita selalu dihadapkan dengan keinginan-keinginan akan kehidupan. Entah itu keinginan untuk memenuhi kebutuhan batin ataupun keinginan material. Terkadang, setiap kita menginginkan sesuatu, keinginan itu harus langsung terpenuhi, tanpa kesabaran lebih untuk menunggu.

Dan keinginan yang secara langsung ingin dipenuhi itu tentu mensyaratkan kepuasan, bukan? Ingin keinginan cepat terpenuhi, ditambah dengan tingkat kepuasan yang tinggi. Begitulah kita manusia. Yang selalu merasa tak puas dengan apa yang telah dimiliki. Selalu saja ada keinginan-keinginan baru untuk lepas dari jeratan dahaga kepuasan.

Anda tahu skill menunda kepuasan? Sebuah kemampuan menunda kepuasan untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak, lebih berkualitas, dan tentu tingkat kepuasan yang didapat lebih tinggi dan maksimal. Kemampuan tersebut sering kali disebut dengan delay gratification, kemampuan untuk menunda kepuasan.

Untuk lebih memahami apa itu delay gratification, simak sebuah penelitian di bawah ini:

Pada tahun 1960-70an, seorang pakar psikologi berama Walter Mischel melakukan sebuah penelitian eksperimen dengan objek penelitian 653 anak kecil. Penelitian eksperimen itu disebut dengan “The Marshmallow Test”. Penelitian itu dilakukan dengan cara memberikan satu buah marshmallow kepada seorang anak kecil yang ditinggalkan dalam sebuah ruangan. Anak kecil tersebut dijanjikan akan diberikan tambahan satu buah marshmallow jika mampu menahan diri untuk tidak memakan marshmallow yang telah disuguhkan selama 15 menit.

 Dan apakah Anda tahu hasilnya? Dari 653 anak yang dijadikan objek penelitian Marshmallow Test tersebut, hanya 3 orang anak yang mampu menahan diri untuk tidak memakan marshmallow yang tersaji di depannya! Hanya 3 anak! Sisanya bervariasi. Ada yang mampu bertahan sampai 10 menit lalu tak tahan, ada yang hanya mampu bertahan sampai 5 menit, ada pula yang langsung memakan marshmallownya sedetik setelah penguji keluar.

Itulah yang disebut dengan delay gratification. Jika saja setiap anak tersebut mampu menahan dirinya selama 15 menit untuk tidak memakan marshmallownya, tentu mereka akan mendapatkan hadiah satu buah marshmallow tambahan. Tapi kenyataannya kebanyakan dari mereka tidak cukup mampu bertahan melawan nafsunya untuk segera memakan marshmallow di depannya.

Namun yang lebih mencengangkan dari hasil penelitian itu adalah ketika sang peneliti, yaiu Walter Mischel mendata kembali para anak yang mengkuti Marshmallow Test setelah 20 tahun tes tersebut diadakan. Hasilnya adalah, semakin lama seorang anak mampu menahan diri tidak memakan marshmallow tersebut, maka semakin tinggi pula kematangan berpikir dan kecerdasan emosionalya. Mereka nyatanya lebih tenang dan kalem dibandingkan mereka yang buru-buru memakan marshmallownya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan menahan kepuasan berkorelasi dengan cemerlangnya masa depan! Bahwa akan semakin baik kematangan berpikir seseorang maka semakin baik pula masa depannya. Karena mereka mampu berpikir secara jernih dan bertindak benar atas pikirannya. Mereka mampu menahan segala godaan untuk mendapatkan hasil yang lebih. Maka dari itu, mereka rela menunggu dan bersabar demi meraih derajat kepuasan yang lebih tinggi.

Itulah delay gratification. Sebuah kemampuan yang harus kita miliki. Mengingat kita selalu ingin, ingin, dan ingin hal yang lebih. Penelitian itu mengajarkan kepada kita bahwa jika kita menginginkan sesuatu yang lebih, tentu ada suatu hal yang harus dibayar. Yang harus dibayar itulah sebuah kesabaran dan ketangguhan menahan godaan.

Sebenarnya skill delay gratification adalah skill yang biasa, yang memang harus dimiliki setiap orang. Namun rasanya skill itu amat sulit dilakukan karena kebanyakan orang, termasuk kita, menginginkan hasil yang banyak nan berlipat dengan waktu yang cepat! Inginnya serba instan.

Nah, jika sekarang Anda sedang menggebu-gebu menginginkan sesuatu, maka cobalah untuk sedikit bersabar dan menahan kepuasan instan untuk kepuasan yang lebih besar. Jika Anda ingin mendulang kepuasan yang besar, tentu Anda pun harus menahan godaan yang begitu besar. Jangan harap Anda akan mendapatkan hasil dan kepuasaan maksimal jika Anda tak mampu bersabar.

Contoh saja begini. Anda ingin kaya. Ingin segera memiliki mobil mewah dan rumah megah. Tapi Anda tidak menikmati proses yang seharusnya Anda jalani. Anda tidak menabung dengan sabar, tidak bekerja dengan sepenuh hati. Yang ada dalam pikiran Anda hanyalah kaya, kaya, dan kaya. Pokoknya dalam pikiran Anda selalu berpikir bagaimana caranya agar cepat kaya. Bagaimana mungkin Anda akan kaya dan mendapatkan segala hal yang Anda inginkan sementara Anda tak mampu bersabar?

Bersabarlah, tahan segala godaan yang menerpa. Tahan segala badai keinginan instan yang menghadang. Nikmatilah setiap proses perjuangan dengan kesabaran dan ketekunan. Yakinlah bahwa kesabaran yang Anda lakukan akan membuahkan hasil yang besar nantinya.

Mulai sekarang, asahlah kemampuan delay gratification Anda. Pastikanlah setlah membaca artikel ini kemampuan menahan kepuasaan Anda meningkat.  Ada satu cara ampuh yang bisa digunakan untuk mengasah kemampuan delay gratification:

Ketika Anda menginginkan sesuatu, pikirkanlah sejelas dan sespesifik mungkin apa yang akan Anda dapatkan dan inginkan itu. Bayangkan. Gambarkan dalam pikiran Anda. Bayangkan bagaimana Anda begitu senang dan bahagianya ketika berhasil mendapatkan hal tersebut! Nah, setelah membayangkan bayangan indah tentang keinginan Anda tersebut, bayangkanlah pula hal sebaliknya. Yakni ketika Anda gagal mendapatkan hal yang Anda inginkan. Bayangkan sejelas-jelasnya. Bayangkan ketika Anda bersedih dan menyesal begitu luar biasa karena Anda telah gagal. Bayangkan.

Lalu, setelah Anda membayangkan bagaimana jadinya keadaan Anda jika Anda gagal mendapatkan apa yang Anda inginkan, timbulkanlah rasa takut pada diri Anda. Rasa takut akan penyesalan itu. Takut kegagalan itu benar-benar menimpa Anda. Dan, ketika Anda berhasil menimbulkan perasaan was-was dan takut pada diri Anda, Anda harus segera bergerak untuk lebih keras berusaha dan lebih bersabar menikmati setiap proses perjuangan Anda. Bayangkan terus kegagalan itu. Semakin seram kegagalan Anda bayangkan dalam pikiran Anda, maka semakin giat Anda berusaha. Karena menurut penelitian, bahwa seseorang akan lebih tergerak jika ia takut pada suatu kondisi yang tidak ia inginkan. Berbeda halnya jika seseorang bergerak hanya karena motivasi yang timbul dalam dirinya, motivasi tanpa diiringi rasa takut. Itu akan berbeda. Hasilnya tak akan sekuat dengan motivasi yang diiringi dengan rasa takut.

Maka, cobalah motivasi itu pada diri Anda. Pratikkan. Dan lihat apa yang terjadi pada diri Anda. Mulai sekarang, selalu ingatlah skill delay gratification ini setiap akan melakukan aktivitas. Jangan sampai Anda melakukan sebuah aktivitas yang hanya diperturuti oleh hawa nafsu, yang sejatinya itu adalah godaan dan cobaan besar yang harus Anda lewati.

Dengan skill delay gratification ini, Anda akan menjalani kehidupan dengan penuh perhitungan dan pertimbangan, disertai dengan kematangan berpikir dan kecerdasan emosional. Hal-hal itulah yang akan menunjang keberhasilan dan kesuksesan Anda untuk mendapatkan hasil dan kepuasan yang maksimal!
Scroll To Top