Mempertahankan Kemerdekaan dengan Berkarya


Tepat 73 tahun yang lalu, negara ini resmi berdiri. Lepas dari belenggu penjajahan dan perbudakan. Bebas dari penindasan dan kekerasan. Negara ini resmi berdiri berkat perjuangan seluruh anak bangsa pada saat itu yang rela berkorban, bahkan rela mati demi tegaknya NKRI.

Tugas mereka para pejuang bangsa saat itu telah selesai dan berhasil, dengan bukti nyata bahwa negara ini bisa berdiri. Tugas yang mereka emban pada saat itu seketika jatuh dan sirna karena tonggak merah putih telah bebas berkibar. Tugas yang telah mereka selesaikan kini mereka wariskan kepada kita anak bangsa, untuk mengisi dan mempertahankan kemerdekaan. Mengisi dan mempertahankannya dengan berbagai cara agar bangsa ini tetap berdiri tegak di bawah kaki sendiri.

Anak muda zaman old berhasil merebut kekuasaan yang sempat diambil oleh penjajah. Yang jelas mereka keren banget. Anak muda zaman now bisa apa? Mungkin memegang pistol pun tidak bisa, apalagi menarik pelatuknya. Memegang batu bata pun mungkin sudah merasa keberatan. Anak muda zaman now lebih gemar bergelut dengan gadget, tidak seperti anak muda zaman old yang bergelut sungguhan dengan para penjajah.

Sebenarnya, apa yang kita rasakan saat ini, yakni segala kemewahan zaman now yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sejatinya adalah bentuk penjajahan yang lain yang berusaha mereka (penjajah) susupkan ke negara kita. Karena perang zaman sekarang bukan perang secara fisik dan membabi buta, tetapi lebih kepada perang pemikiran. Mereka para pencipta gadget atau segala hal yang berkaitan dengan teknologi informasi pasti memiliki tujuan terselubung, yang salah satu diantaranya adalah menyerang pemikiran kita.

Bentuk-bentuk teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial, software-software yang melalaikan, games yang begitu membuat kecanduan, dan serangan nyata berupa film atau video yang membobrokkan pemikiran anak bangsa. Sejatinya itulah bentuk penjajahan zaman now. Anak bangsa, terkhusus para pemuda yang melek teknologi seharusnya sadar akan bahayanya berbagai serangan ini. Kesadaran itulah yang harus terus ditularkan kepada anak bangsa lainnya, agar kesadaran tidak diam pada satu kepala, tetapi tersebar dan tertransfer kepada seluruh kepala. Agar solusi bisa dicari dan didiskusikan bersama.

Menyikapi segala kemajuan teknologi dan penjajahan dalam bentuk lain ini kita harus sikapi secara sadar dan dewasa. Sadar bahwa kemajuan teknologi merupakan bentuk kemajuan zaman yang harus diambil segala hal yang bermanfaatnya untuk mempersiapkan diri menjadi penerus estafeta kepemimpinan bangsa kelak. Dewasa bahwa adanya kemajuan teknologi bukan menjadikan kita pribadi yang malas, yang leha-leha. Justru dengan adanya segala kemajuan teknologi inilah kita seharusnya bergerak lebih cepat dan lincah untuk meningkatkan kemampuan diri, soft skills dan hard skills.

Lantas bagaimana seharusnya kita mengisi dan mempertahankan kemerdekaan yang sudah diwariskan oleh para pejuang dan leluhur?

Kita tak perlu lagi mengangkat bambu runcing untuk melawan. Kita tak perlu lagi meneriakkan dengan keras kata merdeka. Kita tak perlu lagi berlari-lari mengejar para penjajah yang menindas. Yang perlu kita lakukan saat ini sebagai anak bangsa adalah melakukan hal-hal yang bisa membantu dan memberikan sedikit banyak kontribusi untuk kemajuan bangsa. Dalam bentuk apa konkretnya kita bisa berkontribusi? Dengan berkarya. Berkarya apa pun. Berkarya apa saja. Hal apa pun yang memungkinkan untuk dilakukan dan hal tersebut adalah hal yang positif dan bermanfaat untuk bangsa ini, lakukan. Anda mungkin bisa bermusik, bermusiklah dengan cara yang positif, yang bisa mengangkat nama daerah ke nasional, nama nasional ke internasional. Anda mungkin bisa bermain seni peran, maka bermain seni peranlah dengan positif, beradu peranlah untuk mengangkat seni peran ke permukaan. Anda mungkin ahli dalam bidang komputer, maka buatlah sesuatu yang bisa bermanfaat bagi bangsa, ikutilah kompetisi-kompetisi internasional, harumkanlah nama bangsa. Anda mungkin seorang atlet, maka bertarunglah dengan penuh semangat, bawalah nama daerah Anda ke podium tertinggi, yang bisa mengangkat Anda bermain di tingkat internasional, dan banggakanlah bangsa ini.

Apa pun yang bisa Anda lakukan, lakukanlah. Jangan sampai hanya menjadi anak bangsa yang memenuhi populasi negara ini. Buat dan ciptakanlah suatu karya yang sedikitnya bisa memberikan manfaat kepada sesama.

Jika Anda masih bingung mau berkarya apa, maka segeralah temukan apa yang menjadi minat Anda. Temukanlah segera mungkin. Setelah Anda menemukannya, maka tekuni, dan jadilah orang yang ahli dalam bidang tersebut. Setidaknya ada tiga rentang proses menemukan passion Anda. Pertama adalah minat. Minat adalah gerbang pembuka untuk melangkah ke proses penemuan passion Anda. Ketahuilah apa minat Anda. Minat adalah sesuatu yang ketika Anda melakukannya, Anda sampai lupa waktu dan begitu asyik mengerjakannya. Itulah minat. Setelah minat adalahh hobi. Biasanya, minat pada suatu hal akan menjadikan kita menemukan hobi kita. Misal minat kita ada pada kepenulisan. Maka hobi yang akan kita miliki adalah membaca dan menulis. Lebih spesifiknya lagi mungkin membaca novel dan menulis novel, membaca buku nonfiksi dan menulis artikel. Namun hobi bersifat longgar karena tidak ada tanggung jawab di dalamnya. Ia bisa dilakukan kapan saja, bahkan lebih sering ketika waktu luang. Sehingga hobi belum bisa disebut sebagai passion. Nah, passion adalah titik terakhir setelah hobi. Jika hobi Anda padukan dengan komitmen yang tinggi untuk serius mendalaminya, maka itulah passion Anda. Passion yang biasanya akan membawa hidup Anda ke jenjang karier, ataupun menjadi sumber penghidupan Anda. Maka dari itu, segeralah temukan apa yang menjadi passion Anda, dan berkaryalah dengan passion Anda itu. Karya yang sebaik mungkin. Karya yang melibatkan emosi yang dalam dalam penciptaannya. Dan karya tersebutlah sebuah bentuk kontribusi nyata yang Anda berikan untuk bangsa.

Sudahkah Anda menemukan passion Anda? Jika belum, maka segeralah gali apa yang menjadi passion Anda, dimulai dari mengetahui apa minat Anda. Jika sudah mengetahui apa passion Anda, maka cobalah untuk membuat suatu karya. Karya ap saja. Yang dengan karya tersebut Anda telah berusaha memberikan sumbangsih terhadap kebaikan dan kebermanfaatan orang banyak.

Jadilah anak bangsa yang haus dalam berkarya. Haus memperlajari segala hal. Haus memberikan dampak positif kepada sekitar. Gatal apabila tidak melakukan apa-apa. Malu apabila hanya diam melulu. Karya-karya terbaiklah yang akan dikenang bangsa. Seperti karya terbesar bangsa ini adalah berdiri di bawah kaki sendiri secara mandiri dan merdeka. Karya kemerdekaan yang ditorehkan para pejuang bangsa yang sampai kapan pun tidak akan lekang oleh waktu, tidak akan terlupakan sepanjang zaman ini melaju.

Saatnya kita anak bangsa zaman now yang berusaha dan berjuang berkarya. Berkarya sebelum jasad ditelan tanah. Berkarya sebelum nafas tak lagi berhembus. Berkarya mencipta sesuatu yang bermanfaat dan dikenang. Maka, itulah sebaik-baiknya upaya kita dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan.


Scroll To Top