Setiap orang tentu
ingin membiasakan kebiasaan baik dalam hidupnya. Apalagi jika kebiasaan
tersebut sudah seperti otomatis dilakukan tanpa ada pengingat. Ia ibarat
kebutuhan hidup yang pasti dijalankan setiap harinya. Seperti makan. Orang akan
otomatis mencari makan ketika perutnya sudah berteriak kelaparan. Itu otomatis.
Namun, bagaimana jadinya jika keotomatisan itu berlaku bagi kebiasaan baik yang
sedang upayakan? Sangat mengasyikan tentunya! Kita tak perlu lagi
mengingat-ngingat apa yang harus kita lakukan, kita tak perlu lagi berusaha
keras untuk membiasakannya, karena sudah ter-install di dalam diri kita. Nah, pertanyaannya, lantas bagaimana
kita meng-install kebiasaan baik
dalam hidup kita?
Banyak sekali orang
yang ingin rajin membaca buku, tapi tak kunjung membaca. Banyak sekali orang
yang ingin memulai paginya dengan olahraga, tapi tak kunjung berolahraga.
Banyak sekali orang yang ingin tidur tepat waktu setiap harinya, tak tak
kunjung memulainya. Sepertinya kebiasaan atau habits menjadi masalah setiap orang. Positive habits menjadi masalah yang begitu besar karena terasa
amat sulit dilakukan. Sebenarnya, apakah benar kebiasaan itu sangat sulit
dibiasakan?
Idealnya, tidak ada
yang sulit dilakukan, tapi realitanya begitu sulit dibiasakan. Sebenarnya
permasalahan seputar kebiasaan ini sudah dibahas dan dikupas tuntas oleh para
ahli pengembangan diri dahulu, tapi rasanya perbincangan mengenai kebiasaan
sampai detik ini masih terus hangat dibahas. Karena apa? Karena masih banyak
orang yang merasa sulit menciptakan kebiasaan baru. Sama sulitnya seperti
meninggalkan kebiasaan buruk.
Menurut pandangan
penulis, jika seseorang berkeinginan keras untuk mewujudkan kebiasaan baiknya,
pasti orang tersebut akan mencapainya. Masalah orang gagal membiasakan
kebiasaan baik adalah kurangnya komitmen untuk mengonsistenkan kebiasaan
tersebut.
Menurut salah satu
penelitian, kebiasaan baru akan terbentuk ketika kebiasaan itu telah dilakukan
selama 21 hari nonstop. Penelitian lain mengatakan 40 hari. Intinya, pasti
butuh waktu untuk menciptakan kebiasaan baru. Namanya kebiasaan berarti sudah
biasa dilakukan secara rutin, sehingga disebut pula rutinitas. Membaca buku
bisa disebut rutinitas jika sudah rutin melakukannya. Berolahraga pagi bisa
disebut rutinitas jika sudah rutin melakukannya.
Untuk Anda yang saat
ini sedang berjuang menciptakan kebiasaan baru dalam hidup Anda, ada sebuah
rumus manjur yang bisa Anda coba. Setelah menerapkan rumus ini, dijamin Anda
pasti berhasil melakukan kebiasaan baru setiap hari secara rutin. Apa itu
rumusnya? Rumusnya adalah 3K. Komitmen, Konkret, Konsisten.
Sebelum Anda memulai
kebiasaan baru Anda, Anda harus terlebih dahulu menentukan tujuan Anda mengapa
Anda harus membiasakan kebiasaan tersebut. Jawab dalam diri Anda. Setelah itu,
berkomitmenlah. Berkomitmen untuk terus melakukannya sampai kebiasaan baru itu
benar-benar terbentuk secara otomatis dalam keseharian Anda. Bangun komitmen
yang kuat. Sebuah janji dan tekad bahwa Anda akan menuntaskan cita-cita
menciptkan kebiasaan tersebut. Komitmen itu sangat penting. Maka jangan sampai
Anda mencoba memulai suatu kebiasaan tanpa ada komitmen.
Setelah komitmen ada
dalam diri Anda, maka tetapkan langkah konkret yang akan Anda lakukan. Ingat,
harus konkret, jangan abstrak. Konkret berarti langkah nyata, langkah pasti
untuk bergerak melakukan kebiasaan baru itu. Bergerak, bergerak, dan bergerak.
Bergerak secara konkret. Langkah konkret ini pada awalnya pasti sulit
dilakukan, tapi dengan kesulitan itulah kebiasaan Anda dibangun. Dengan melawan
segala godaan, dan terus melakukan kebiasaan baru, perlahan-lahan Anda sedang
membangun kebiasaan baru yang kokoh dan kuat.
Pola kebiasaan akan
terbentuk ketika Anda mampu mengonsistenkan kebiasaan baru itu. Polanya semakin
lama akan semakin kuat tertancap dalam diri Anda. Tahap konsisten inilah yang
memang paling menjad tantangan ketika seseorang hendak menciptakan kebiasaan
baru dalam kesehariannya. Konsisten menjadi raksasa besar yang sering kali
menghalangi orang-orang yang ingin melewati kungkungan kebiasaan buruk. Tapi,
jika Anda sudah memiliki komitmen yang kuat dan langkah yang konkret, tahap
konsisten pasti bisa Anda lewati pula. Ingatlah komitmen Anda ketika Anda mulai
berat melanjutkan konsistensi Anda. Ingatlah betapa banyak hari yang penuh
dengan perjuangan membiasakan kebiasaan itu, ketika Anda menemukan titik jenuh.
Jika Anda mampu meruntuhkan tembok besar yang bernama konsisten, Anda pasti
akan lolos dan berhasil menciptakan kebiasaan baru dalam keseharian Anda.
3K itulah yang harus
Anda segera miliki dan lakukan jika ingin benar-benar membiasaan suatu
kebiasaan baik. Jangan harap Anda bisa membiasakan kebiasaan baru, jika Anda
tidak memiliki komitmen, tidak mengambil langkah konkret, dan tidak mau susah
payah konsisten melakukan kebiasaan itu.
Sebuah alasan klasik
jika seseorang mengeluh karena lelah membiasakan kebiasaan baik. Alasan yang
begitu klasik. Yang mungkin alasan itu hanyalah topeng bahwa ia tidak
benar-benar ingin menciptakan kebiasaan baru dalam hidupnya. Pokoknya,
sudahlah, tidak perlu ambil pusing jika Anda lelah atau berat melakukannya,
karena memang pasti lelah dan berat. Namun, tidak inginkah Anda melalui
perjuangan yang berat untuk keberhasilan yang manis? Intinya jalani, lakukan, dan
nikmati saja. Urungkan segala niat untuk berhenti.
Lakukan selama 21
hari. Cobalah. Jangan sampai Anda memutuskan rantai kebiasaan itu di hari ke 3,
7, ataupun 16. Teruslah lakukan sampai Anda merasa nyaman melakukannya, sampai
Anda merasa bahwa Anda tidak sedang berjuang menciptakan kebiasaan baru.
Setelah Anda merasa nyaman, pastikan bahwa kenyamanan itu berlangsung
terus-menerus. Caranya adalah dengan tetap melakukannya. Semakin lama kebiasaan
itu tertanam dalam diri Anda, maka semakin nyaman Anda dengannya.
Pada hari-hari awal
Anda pasti akan sangat berat melakukannya. Berat sekali. Tapi seiring waktu
pasti langkah Anda akan lebih ringan dan mudah. Dan setelah mencapai titik
ringan dan mudah itulah, Anda akan merasakan nikmat dan asyiknya memiliki sebuah
kebiasaan baik yang seperti sudah ter-install,
ter-set dalam diri Anda.
Selanjutnya, Anda
akan mencapai tahap di mana ketika satu hari saja Anda melewati kebiasaan yang
sudah terbangun sekian lama itu, pasti Anda akan merasa ada yang janggal dan
tak biasa dengan hari Anda. Seperti ada yang mengganjal. Bahkan mungkin Anda
akan merasa menyesal telah melewati kebiasaan itu, walaupun mungkin terlewat
karena ada sesuatu yang benar-benar mendesak.
Kebiasaan itu sangat
penting dalam kehidupan. Kebiasaan akan membentuk jati diri seseorang.
Kebiasaan memiliki dampak yang begitu kuat dan besar dalam kehidupan. Kebiasaan
pasti memegang peran penting pada setiap pribadi positif yang ingin
kehidupannya diliputi kebahagiaan dan kesuksesan. Maka, segeralah bangun kebiasaan
impian Anda. Kebiasaan yang dapat membawa Anda menjadi pribadi yang lebih baik,
lebih produktif, lebih berkembang.
Yakinlah, bahwa
siapa yang menanam, pasti akan menuai. Tak perlu dulu memikirkan apa yang akan
Anda tuai di hari nanti, yang terpenting adalah Anda segera menanamkan
kebiasaan baik itu hari ini juga, sekarang juga. Semakin lama Anda memulai,
artinya semakin lama Anda menanam, yang artinya pula semakin lama Anda menuai.
Segeralah bergerak
merangkak membiasakan kebiasaan baru itu, jika Anda ingin segera menuai
hasilnya. Selamat memulai!
