Self Publishing VS Penerbit Mayor


Jika Anda mencoba untuk masuk ke dunia kepenulisan, Anda akan disuguhi dengan berbagai pilihan penerbitan buku. Apalagi jika Anda adalah seorang penulis yang hendak menerbitkan buku. Anda pasti tahu atau setidaknya akan tahu soal penerbitan buku ini. Untuk menerbitkan sebuah buku, setidaknya ada dua jalan yang bisa ditempuh para penulis. Pertama, self publishing. Kedua, penerbit mayor. Ya, kedua jalan itulah yang telah ditempuh para penulis untuk menerbitkan bukunya.

Apakah Anda sudah tahu tentang dua jalan penerbitan itu? Jika sudah, syukurlah, Anda tetap harus melanjutkan membaca, siapa tahu ulasan yang penulis tuliskan di sini ada yang salah, sehingga Anda bisa meluruskan. Bagi Anda yang belum tahu, tentu wajib untuk terus melanjutkan membaca artikel ini sampai selesai. Karena penulis akan mengulas kedua jalan penerbitan tersebut. Baik dari segi prosedur, tantangan dan peluang, kelebihan dan kekurangan, sampai keuntungan yang didapat.

Baik, langsung saja. Kita bahas per aspek.

Prosedur
Jika Anda adalah seorang penulis yang ingin dikenal luas sebagai penulis, maka jalan menerbitkan buku melalui penerbit mayor harus lebih Anda prioritaskan. Karena penerbit mayor sudah memiliki nama dan pasar, sehingga Anda tidak perlu pusing memikirkan segala hal tentang penjualan dan distribusi. Itu semua dilakukan oleh penerbit. Prosedur yang harus Anda tempuh jika buku Anda ingin diterbitkan penerbit mayor adalah tentu dengan mengajukan naskah buku yang Anda telah rampungkan. Pengajuannya bisa dikirim melalui e-mail ataupun langsung datang ke kantornya dengan membawa hard file-nya. Setelah Anda mengirim naskah buku Anda, yang perlu Anda lakukan adalah menunggu konfirmasi dari penerbit. Konfirmasi apakah buku Anda akan diterbitkan atau tidak. Biasanya proses pengajuan sampai konfirmasi memakan wkatu 2-4 bulan. Tergantung penerbitnya. Apakah penerbit itu sudah memiliki nama yang besar sehingga banyak sekali orang yang mengajukan naskah bukunya ataukah tidak. Apabila dalam kurun waktu 2-4 bulan Anda masih belum mendapatkan kabar mengenai kepastian buku Anda, maka Anda berhak untuk menanyakan kepastian kepada penerbit. Apakah buku Anda telah dilirik atau belum. Apakah buku Anda akan diterbitkan atau tidak. Biasanya setelah Anda bertanya, tak lama kemudian penerbit akan mengabari. Jika hasilnya adalah naskah Anda goal, maka Anda tinggal teken kontrak untuk proses percetakan, pendistribusian sampai besaran royalti. Anda tinggal duduk manis melihat buku Anda terpampang di toko buku konvensional.

Berbeda halnya dengan self publishing. Self publishing artinya menerbitkan buku secara mandiri. Tidak melibatkan penerbit mayor. Jika Anda merasa bahwa naskah buku Anda layak terbit dan pembaca Anda pasti terkesan dengan naskah Anda, maka Anda tak perlu mengajukan naskah ke penerbit mayor dan menunggu lama konfirmasi dari penerbit mayor. Prosesnya terlalu lama. Sudah saja Anda menerbitkan buku sendiri dengan mendatangi kantor percetakan buku. Mencetak buku sekian banyak untuk Anda jual sendiri. Prosesnya lebih cepat dan mudah.

Tantangan dan Peluang
Jika Anda memutuskan untuk menerbitkan buku melalui penerbit mayor, maka Anda harus siap untuk memasarkan buku Anda. Anda adalah penulis buku, dan menjadi kewajiban Anda untuk membantu penerbit dalam memasarkan dan menjual buku tersebut. Tantangannya adalah buku Anda harus siap bersaing dengan buku-buku lainnya yang telah lebih dulu dipajang di toko buku. Buku Anda akan bersaing dengan buku-buku yang senada dengan buku Anda, dengan para penulis yang mungkin lebih memiliki nama dibanding Anda. Bukan tidak mungkin bahwa penulis pemula bisa langsung menembus best seller. Dan bukan tidak mungkin pula bahwa buku karya penulis pemula tidak dilirik sama sekali. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Peluangnya adalah Anda memiliki modal untuk menaikan pamor Anda sebagai penulis. Karena karya Anda telah berhasil menembus benteng penebit mayor. Karena tidak mudah untuk diterbitkan penerbit mayor. Apalagi penulis pemula. Selain itu, Anda bisa “menjual” nama Anda, bahwa Anda adalah seorang penulis buku yang bukunya telah terjual dan tersedia di toko buku konvensional. Orang-orang perlahan akan mengenal Anda, bahwa Anda adalah seorang penulis profesional.

Jika Anda memutuskan untuk menerbitkan buku melalui self publishing, tantangan yang akan Anda miliki adalah menjual dan memasarkan buku Anda. Personal branding Anda harus kuat, sehingga orang-orang yakin bahwa buku ada buku berkualitas. Anda pun harus kuat dari segi pendanaan. Karena biasanya percetakan buku memiliki standard minimal mencetak buku. Dan diperlukan kocek yang cukup besar juga jika Anda memang benar-benar ingin menerbitkan buku sendiri. Anda harus punya tim yang membantu Anda dalam menjual dan memasarkan buku Anda. Namun kabar baiknya adalah peluang yang Anda miliki untuk meraup keuntungan cukup besar. Memang pada awalnya Anda harus mengeluarkan uang terlebih dahulu, tapi jika penjualan buku Anda sukses besar, Anda akan meraup keuntungan yang begitu besar. Namun peluang buruknya adalah ketika Anda sudah mengeluarkan dana yang cukup besar tetapi buku Anda tidak laku.

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan menerbitkan melalui penerbit mayor adalah Anda tidak perlu puisng memikirkan ini dan itu. Anda tinggal menunggu kepastian dari penerbit mayor apakah buku Anda lolos standard penerbitan mereka atau tidak. Setelah itu, jika lolos dan buku Anda diterbitkan, Anda tinggal duduk manis dan santai melihat buku Anda terpampang tersedia dijual di toko buku konvensional se-nasional. Anda hanya perlu membantu memasarkan penerbit menjual buku Anda. Sudah, hanya itu saja. Kekurangannya adalah Anda kurang bergerak. Mungkin perjuangan menjual, mencetak, dan mendistribusikan buku lebih terasa oleh mereka yang memutuskan untuk menerbitkan bukunya secara self publishing. Juga, royalti yang Anda terima relatif kecil. Kebanyakan penerbit mayor di Indonesia memberikan royalti sebesar 10% dari penjualan. Lagi-lagi berbeda dengan mereka yang menerbitkan bukunya sendiri, mereka bisa mendulang keuntungan yang besar, bahkan mungkin bisa 100% dari satu buku yang mereka jual.

Kelebihan dari menerbitkan buku secara self publishing adalah Anda bebas mengatur dan memanaj buku Anda dari segala seginya. Anda bebas berkreativitas sesuai keinginan Anda. Cover buku, layout buku, berapa banyak buku yang dicetak, dan kepada siapa saja sasaran buku, itu terserah Anda. Karena self publishing pada dasarnya adalah menerbitkan buku secara sendiri dan mandiri, maka Anda bebas dan berhak menentukan segala hal yang berkaitan dengan buku Anda. Kelebihan lainnya adalah Anda bisa meraup keuntungan yang cukup besar dari penjualan buku Anda. Karena Anda sendiri yang menjual dan menetapkan harga. Setiap urusan yang berkaitan dengan buku Anda menjadi tanggung jawab Anda. Itu kelebihannya. Kekurangannya adalah jika Anda belum bisa mengelola penjualan dengan baik. Jika Anda belum memiliki “nama”, maka Anda harus berjuang lebih keras menjual dan memasarkan buku Anda, karena untuk mengenalkan buku karya seseorang yang entah siapa akan cukup menguras tenaga.

Baiklah, itu adalah ulasan penulis mengenai dua jalan yang bisa ditempuh apabila ingin menerbitkan buku. Jika Anda saat ini belum menulis, segeralah menulis. Jika sudah, maka segeralah rampungkan naskah Anda. Jika sudah selesai, ke jalan manakah Anda akan menerbitkan buku Anda?
Scroll To Top