Jika Anda
bertanya-tanya bagaimana caranya bahagia, padahal sudah search di google bagaimana tips-tips meraih kebahagiaan hidup namun
tak kunjung Anda dapatkan, maka Anda tepat sekali jika berkunjung ke blog ini.
Adakah di antara
pembaca yang mendefinisikan kebahagiaan dengan berlimpahnya kekayaan?
Berlimpahnya materi? Ada? Kalau pun ada, maka tak masalah. Karena itulah
poinnya. Bahwa arti kebahagiaan bagi setiap orang berbeda. Bisa saja menurut
sebagian orang kebahagiaan adalah berkumpul dengan keluarga. Sebagian yang lain
mengartikan bahwa kebahagiaan adalah kemakmuran secara materi. Bebas-bebas
saja. Setiap orang berhak menentukan batasan kebahagiaannya.
Lantas, sejauh ini,
apa arti bahagia dalam hidup Anda?
Jika hidup tidak
bahagia, maka apalah artinya kita hidup. Kita hidup ini untuk mencari
kebahagiaan, sampai nanti maut mempertemukan kita dengan kebahagiaan yang lebih
hakiki. Tapi herannya adalah banyak orang yang tidak bahagia. Mereka mencari
solusi bagaimana agar hidup mereka bahagia. Mereka mencari buku-buku motivasi
dengan harapan hidup dapat lebih baik dan bahagia. Mereka mendatang
seminar-seminar motivasi. Dan upaya-upaya lainnya.
Dunia ini sedang
krisis kebahagiaan. Mengapa demikian? Bisa Anda lihat bahwa keseharian
kebanyakan manusia menjalani aktivitas kesehariannya dengan pola yang sama.
Begitu lagi begitu lagi. Pagi bangun tujuh lalu lanjut ke kamar mandi, sarapan
sebentar lalu langung pergi ke kantor. Pulang pukul lima dengan wajah suntuk.
Sampai rumah mandi lalu makan malam. Setelah itu pergi ke kamar dan langsung
tidur. Seperti itulah siklus hidup orang kantoran. Bisakah bahagia dengan habit
seperti itu? Tentu bisa, tapi sepertinya tidak akan maksimal.
Karena menurut
Plato, kebahagiaan bisa dicapai ketika seorang manusia mengembangkan seluruh
potensi dan kemampuan yang ia miliki. Bagaimana mungkin seorang pegawai
kantoran bisa mengembangkan potensi dan kemampuannya jika setiap hari ia hanya
melakukan hal yang sama dengan pola yang sama?
Salah seorang motivator
hebat kelas internasional, Tony Robbins pernah berkat bahwa kunci dari
kebahagiaan adalah dengan memberi. Kunci dari kesuksesan adalah dengan memberi.
The key of success is giving. What you give is what you get. Apa yang
kamu beri adalah apa yang kamu terima. Maka semakin banyak kita memberi,
semakin banyak kita mendulang. Semakin banyak kita menanam, semakin banyak kita
menuai. Begitulah prinsip hidup.
Memberi di sini
dalam arti luas. Bisa memberi bantuan berupa tenaga, atau yang lebih jelas adalah
bantuan dana. Istilah agamanya mungkin berderma. Menjadi dermawan. Orang yang
tak pelit memberi. Begitu sederhananya.
Bagi sebagian besar
orang memberi berarti akan mengurangi harta. Namun bagi sebagian kecil lainnya
bahwa memberi adalah menambah. Begitu hakikatnya. Anda tahu Warren Buffet? Anda
tahu Mark Zuckerberg? Anda tahu Bill Gates? Anda tahu Jack Ma? Semua para
pengusaha sukses dan kaya itu adalah penderma sejati. Anda tidak percaya?
Silakan saja search betapa
pendermanya mereka.
Orang cerdas dan
sukses tahu bahwa dengan memberi, itu hakikatnya akan membahagiakan orang lain.
Yang artinya kebahagiaan yang orang lain akan kembali pada dirinya. Dan yang
terpasti adalah, ia melebarkan sayap usahanya dengan cara menyenangkan hati
orang lain. Hal itu terbukti ampuh meningkatkan income.
Jika Anda saat ini
sedang galau karena pengeluarkan terus menerus meningkat sedangkan pendapatan
tidaklah kunjung bertambah, maka yang perlu Anda lakukan adalah cek dan buka
dompet Anda. Berapa banyak uang yang ada. Cek, lihat, dan hitung. Setelah
menghitungnya, ambillah minimal 10% nya, lalu buanglah uang 10% itu ke kotak
amal, atau berikan kepada seseorang yang sedang membutuhkannya. Percayalah,
setelah Anda mengeluarkan uang itu dari dompet Anda, percayalah bahwa uang Anda
akan berkurang. Ya, berkurang secara nominal pada waktu itu. Sebelum ia
bertambah, bertambah, dan terus bertambah. Semakin sering dan besar Anda
menderma, maka Anda akan mendapatkan tambahannya berkali-kali lipat.
Ingat, kunci
kebahagiaan adalah memberi. Karena dengan memberi kita pun membahagikan orang
lain. Kebahagiaan yang orang lain rasakan akan kita rasakan pula. Bahkan lebih
jauh lagi, kita akan mendapatkan apa yang telah keluarkan dengan nilai yang
lebih besar. Jika Anda tidak percaya, maka segeralah coba. Pastikan nilai dalam
dompet atau rekening Anda bertambah.
Ingat juga, kunci
kesuksesan adalah memberi. Orang sukses adalah orang yang berhati lapang. Ia
tak akan segan-segan memberikan uang atau sebagian hartanya kepada orang lain.
Karena ia yakin, bahwa setiap kebaikan yang ia lakukan sejatinya adalah untuk
kebaikan dirinya. Kebaikan yang ditebar tak ubahnya boomerang yang membalik
menghampiri kita. Kalaulah boleh membuat istilah, maka istilahnya adalah
boomerang kebaikan, boomerang kesuksesan.
Untuk waktu-waktu
pertama mungkin Anda akan terasa berat ketika akan memberi, tapi yakinlah untuk
meneguhkan hati Anda bahwa apa yang Anda beri adalah apa yang Anda terima.
Bagaimana mungkin rezeki akan mendatangi Anda sedangkan Anda sulit sekali mengeluarkan
rezeki untuk orang lain? Tidak apa-apa sedikit pada awal masa percobaan, yang
penting konsisten, jika udah konsisten sekian waktu dengan nominal tertentu,
mak naikkanlah nomimalnya. Buatlah konsisten. Terus-menerus sampai semakin
besar dan besar. Awalnya mungkin tidak setiap hari, hanya kadang-kadang. Tapi
pastikanlah hal itu menjadi sering. Setelah sering, buat komitmen agar Anda
bisa melakukannya selalu, yakni setiap hari. Sehingga tingkatannya adalah;
kadang-kadang, sering, selalu. Terapkanlah.
Tanamkan dalam
pikiran Anda bahwa ketika Anda memberi, hakikatnya adalah menerima. Ketika Anda
memberi, itu tidak berarti berkurang, malah bertambah. Sehingga akan ada pacuan
dan dorongan dalam diri Anda untuk terus memberi dalam nominal yang lebih besar.
Ilmu apa pun
mengajarkan kita untuk berderma. Ilmu agama, ilmu sosial, bahkan ilmu
kesehatan. Terdapat sebuah penelitian yang mengatakan bahwa seseorang akan
lebih bahagia dan sehat ketika ia berbagi dengan orang lain. Itu adalah sebuah
bukti bahwa memberi menyehatkan, mengkayakan, dan mensukseskan. Tidak bisa
dibantah dan dimungkiri.
Maka mulai saat ini,
berhentilah menghembat uang untuk disimpan dalam dompet. Segala hal yang diam
itu kurang baik. Air pun jika diam tidak mengalir ia akan bau dan busuk. Sama
seperti uang, ia harus berputar, jangan mengendap. Diinvestasikan baik, tapi
dibagikan adalah terbaik.
Tak perlu lagi
pusing-pusing berpikir secara matematis. Karena ini bukan ranah matematik
manusia. Ini ranah matematikanya Tuhan. Jika masih saja belum percaya, maka
segeralah coba praktikkan. Maka Anda dengan sendirinya akan merasakan dan
mendapatkan apa dan seberapa yang telah Anda keluarkan.
Masih tidak percaya?
Segeralah coba! Setelah coba masih belum terasa dampaknya? Maka cobalah lebih
besar! Setelah lebih besar Anda hampir kehabisan uang? Maka habiskanlah uang
Anda! Dijamin, pasti semuanya akan kembali kepada Anda dengan nominal yang
berkali-kali lipat. Anda hanya perlu yakin, percaya, dan mempraktikkannya.
Selamat mencoba dan menjadi kaya!
